{"id":3180,"date":"2019-04-16T07:00:42","date_gmt":"2019-04-16T07:00:42","guid":{"rendered":"http:\/\/aryginanjar.com\/?p=3180"},"modified":"2019-04-16T07:00:42","modified_gmt":"2019-04-16T07:00:42","slug":"pencarian-spiritual-melalui-training-esq","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/pencarian-spiritual-melalui-training-esq\/","title":{"rendered":"Pencarian Spiritual Melalui Training ESQ"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penelitian yang dilakukan oleh Gallup dalam Tangdilintin (2008), menemukan bahwa, seorang yang memiliki komitmen spiritual, ternyata dua kali lebih berbahagia daripada seseorang yang kurang memiliki komitmen spiritual. Seseorang yang spiritualitasnya tinggi juga memiliki resiko lebih rendah untuk terkena depresi dan lebih puas akan keberadaan dirinya<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana dengan anda sendiri? \u00a0Pernahkah anda merasa gundah, resah, tidak nyaman, merasa diri kosong dan hampa, atau mulai mempertanyakan untuk apa sisa waktu anda di dunia ini? <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk banyak orang di dunia, spiritualitas merupakan cara utama untuk menghadapi masalah-masalahnya. Hal ini karena spiritualitas memberikan dukungan sosial di masa krisis dan masa sulit, dan memberikan skema atau penjelasan, jawaban yang jelas dan terstruktur bagi \u00a0setiap orang, dalam usahanya menemukan makna hidup. (Marcoen, dalam Johnson 2005). <\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Apa saja aspek Spiritual yang bisa tumbuh dari <a href=\"https:\/\/esqtraining.com\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Training<\/a> ESQ?<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Bruckhardt dan Jacobson (2005, dalam Seaward, 2013), ada delapan aspek dalam domain spiritual : <\/span><\/p>\n<ol>\n<li><strong>Misteri. <\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misteri adalah bagian dari hidup, dan bagian dari spiritualitas. Misteri ini beroperasi jauh diatas apa yang bisa dicapai oleh pemahaman dan penjelasan manapun. Spiritualitas membuat seseorang mampu menyelesaikan masalah dan menemukan pemahaman dan mampu bertahan saat harus melalui hal-hal yang tidak diketahuinya.<\/span><\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><strong>Cinta.<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cinta membakar spiritualitas, dan membuat orang dapat hidup dengan kekuatan yang ada di dalam hatinya. Di dalam cinta terdapat dimensi; cinta diri, cinta yang agung, cinta pada orang lain, dan cinta pada seluruh ciptaanNya. Di dalam cinta terdapat kapasitas seperti kebaikan, kehangatan, pemahaman, murah hati, dan kelembutan. Mempertahankan hati yang penuh cinta adalah komponen penting dari perawatan spiritual. Dengan cinta, seseorang bisa menjangkau keluar, bisa menyembuhkan, dan saling terhubung dengan satu sama lain. Cinta seringkali berada dibalik aksi keberanian dan kasih sayang maha dahsyat yang tidak bisa dijelaskan.<\/span><\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li><strong>Derita <\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penderitaan timbul saat aspek fisik, mental, emosional, dan spiritual kita menjadi satu dalam menghadapi elemen kehidupan yang tidak bisa kita pahami. Upaya untuk memahami konsep penderitaan telah membentuk tradisi dari semua budaya dan agama. Untuk sejumlah orang, penderitaan bisa meningkatkan kesadaran spiritual mereka, dan pada orang lain, penderitaan justru membuat mereka marah dan frustrasi. Social budaya, agama, keluarga, dan lingkungan, adalah faktor-faktor yang mempengaruhi respon orang terhadap penderitaan. Pengetahuan mengenai kepriabdian, budaya, tradisi keagamaan dan latar belakang keluarga, dapat membantu petugas medis dalam memahami makna penderitaan. <\/span><\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li><strong>Harapan<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Harapan berkaitan dengan apa yang kita harapkan terjadi pada masa depan. Dan jauh melampaui kepercayaan dan doa. Ada dua level harapan, yaitu harapan spesifik dan harapan secara umum. Harapan spesifik menuju kepada tujuan dan dorongan yang menuju hasil dan peristiwa tertentu yang diinginkan. Harapan umum termasuk di dalamnya rasa nyaman akan datangnya masa depan. Hal ini menjadi besar pengaruhnya untuk mengatasi rasa sakit dan menjadi sumber kekuatan saat seseorang harus melalui masa yang penuh ketakutan dan ketidakpastian, dan membantu mereka membentuk hasil yang positif. <\/span><\/p>\n<ol start=\"5\">\n<li><strong>Memaafkan<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keimanan, tradisi budaya, pola asuh, dan pengalaman hidup seseorang, seluruhnya berkontribusi dalam membentuk sikap seseorang terhadap perilaku memaafkan. Kepercayaan pada Tuhan, Sang Pencipta, dan Kecerdasan Maha Dahsyat, bisa mempengaruhi kemampuan seseorang dalam memberikan maaf dan menerima maaf dari orang lain. Kemampuan untuk melepaskan dari marah atau keinginan balas dendam pada orang lain atas apa yang ia lakukan, adalah bagian penting dari memaafkan<\/span><\/p>\n<ol start=\"6\">\n<li><strong>Kemuliaan (grace) <\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kemuliaan adalah berkah yang terberi, dan bukan sesuatu yang diupayakan. Kemuliaan seringkali dianggap sebagai sesuatu yang diberikan Tuhan, atau dari hidup itu sendiri. Dan kemuliaan dapat membantu, memberdayakan, dan memungkinkan seseorang mencapai keberhasilan dalam hidupnya, di masa-masa sulit, dan juga untuk menghadapi rintangan yang muncul<\/span><\/p>\n<ol start=\"7\">\n<li><strong>Mendatangkan kedamaian<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kedamaian adalah keadaan yang dirasakan seseorang, dan terpisah dari kekuatan yang berasal dari luar diri kita. Menjadi orang yang bisa mendatangkan kedamaian pada masa sekarang ini adalah sebuah tantangan spiritual. Setelah seseorang dapat menghargai dan hidup dalam realitas dalam hubungannya dengan manusia lain, dan ciptaan Tuhan lainnya, seiring dengan waktu, dan situasi, maka kedamaian tersebut akan tumbuh (Buckhardt &amp; Nagai Jacobson, 2005)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap orang dibawa ke dalam tempat terdalam pada diri mereka, saat muncul masalah spitiual atau inti dari kehidupannya. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Buckhardt &amp; Nagai-Jacobson (2005), menyampaikan bahwa spiritualitas tidak bisa dikuantifikasikan atau dihitung, dan biasanya terlihat oleh kita sebagai sebuah misteri. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Spiritualitas juga tergambar dari munculnya pertanyaan-pertanyaan mengenai hakikat hidup dan sejenisnya, yang dapat menantang diri seseorang, yang membawanya ke suatu perjalanan spiritual yang lebih tinggi dari yang tertinggi, dan yang lebih dalam dari yang terdalam. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbagai aspek spiritual diatas, merupakan hal-hal yang dikembangkan dalam Training-training yang diselenggarakan oleh ESQ. \u00a0Prinsip 165 yang diterjemahkan kedalam 1 hati, 6 prinsip, 5 langkah dibuat dengan tujuan agar setiap peserta dapat mengarungi perjalanan spiritual dan menemukan inti atau hakikat kehidupannya, hanya dalam training beberapa hari saja.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong><em>Writer : Gina<\/em><\/strong><\/p>\n<p>Salam,<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/aryginanjar.com\"><strong>Ary Ginanjar Agustian<\/strong><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penelitian yang dilakukan oleh Gallup dalam Tangdilintin (2008), menemukan bahwa, seorang yang memiliki komitmen spiritual, ternyata dua kali lebih berbahagia daripada seseorang yang kurang memiliki komitmen spiritual. Seseorang yang spiritualitasnya&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3181,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[62],"tags":[110,108,129,144,118,117,120,132,130,127,142,140,141,131,134,123,143,124,125,121,133,128,98,109,122,119],"class_list":{"0":"post-3180","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-artikel","8":"tag-agar-menjadi-manusia-yang-bernilai","9":"tag-agar-menjadi-pribadi-yang-bernilai","10":"tag-apa-itu-suara-hati","11":"tag-bebas-finansial","12":"tag-cara-menghadapi-persoalan","13":"tag-cara-menyelesaikan-masalah","14":"tag-esq-new-chapter","15":"tag-hipnotis","16":"tag-kecerdasan-emosi-dan-spiritual","17":"tag-kekuatan-suara-hati","18":"tag-kenapa-harus-peduli","19":"tag-manfaat-kepedulian","20":"tag-manfaat-peduli","21":"tag-menemukan-makna-hidup","22":"tag-mengahdapi-masalah-hidup","23":"tag-menghilangkan-tekanan-hidup","24":"tag-merdeka","25":"tag-metode-esq","26":"tag-metode-spiritual-kognitif","27":"tag-pelatihan-esq","28":"tag-psikologis","29":"tag-suara-hati","30":"tag-tips-agar-hidup-bermakna","31":"tag-tips-agar-menjadi-pribadi-yang-disukai","32":"tag-training","33":"tag-training-esq"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.6 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pencarian Spiritual Melalui Training ESQ - Ary Ginanjar Agustian | Motivator Indonesia<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Penelitian yang dilakukan oleh Gallup dalam Tangdilintin (2008), menemukan bahwa, seorang yang memiliki komitmen spiritual, ternyata dua kali lebih berbahagia daripada seseorang yang kurang memiliki komitmen spiritual. Seseorang yang spiritualitasnya tinggi juga memiliki resiko lebih rendah untuk terkena depresi dan lebih puas akan keberadaan dirinya\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/pencarian-spiritual-melalui-training-esq\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pencarian Spiritual Melalui Training ESQ - Ary Ginanjar Agustian | Motivator Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Penelitian yang dilakukan oleh Gallup dalam Tangdilintin (2008), menemukan bahwa, seorang yang memiliki komitmen spiritual, ternyata dua kali lebih berbahagia daripada seseorang yang kurang memiliki komitmen spiritual. Seseorang yang spiritualitasnya tinggi juga memiliki resiko lebih rendah untuk terkena depresi dan lebih puas akan keberadaan dirinya\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/pencarian-spiritual-melalui-training-esq\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Ary Ginanjar Agustian | Motivator Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-04-16T07:00:42+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/Pencarian-Spiritual-Melalui-Training-ESQ-Ary-Ginanjar-Agustian-Training-Motivasi.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1000\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1000\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"ronalesq\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"ronalesq\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/pencarian-spiritual-melalui-training-esq\/\",\"url\":\"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/pencarian-spiritual-melalui-training-esq\/\",\"name\":\"Pencarian Spiritual Melalui Training ESQ - Ary Ginanjar Agustian | Motivator Indonesia\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/pencarian-spiritual-melalui-training-esq\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/pencarian-spiritual-melalui-training-esq\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/Pencarian-Spiritual-Melalui-Training-ESQ-Ary-Ginanjar-Agustian-Training-Motivasi.jpg\",\"datePublished\":\"2019-04-16T07:00:42+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/#\/schema\/person\/e2d93d490748aff94e308f5371558125\"},\"description\":\"Penelitian yang dilakukan oleh Gallup dalam Tangdilintin (2008), menemukan bahwa, seorang yang memiliki komitmen spiritual, ternyata dua kali lebih berbahagia daripada seseorang yang kurang memiliki komitmen spiritual. Seseorang yang spiritualitasnya tinggi juga memiliki resiko lebih rendah untuk terkena depresi dan lebih puas akan keberadaan dirinya\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/pencarian-spiritual-melalui-training-esq\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/pencarian-spiritual-melalui-training-esq\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/pencarian-spiritual-melalui-training-esq\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/Pencarian-Spiritual-Melalui-Training-ESQ-Ary-Ginanjar-Agustian-Training-Motivasi.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/Pencarian-Spiritual-Melalui-Training-ESQ-Ary-Ginanjar-Agustian-Training-Motivasi.jpg\",\"width\":1000,\"height\":1000,\"caption\":\"Pencarian Spiritual Melalui Training ESQ - Ary Ginanjar Agustian - Training Motivasi\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/pencarian-spiritual-melalui-training-esq\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pencarian Spiritual Melalui Training ESQ\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/\",\"name\":\"Ary Ginanjar Agustian | Motivator Indonesia\",\"description\":\"Aktifitas, Sharing Motivasi dan Inspirasi Ary Ginanjar Agustian\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/#\/schema\/person\/e2d93d490748aff94e308f5371558125\",\"name\":\"ronalesq\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e880daa1a1f03c67d0e3a534c66f8329feb9b99998b67153467194b040bf6b36?s=96&d=blank&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e880daa1a1f03c67d0e3a534c66f8329feb9b99998b67153467194b040bf6b36?s=96&d=blank&r=g\",\"caption\":\"ronalesq\"},\"url\":\"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/author\/ronalesq\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pencarian Spiritual Melalui Training ESQ - Ary Ginanjar Agustian | Motivator Indonesia","description":"Penelitian yang dilakukan oleh Gallup dalam Tangdilintin (2008), menemukan bahwa, seorang yang memiliki komitmen spiritual, ternyata dua kali lebih berbahagia daripada seseorang yang kurang memiliki komitmen spiritual. Seseorang yang spiritualitasnya tinggi juga memiliki resiko lebih rendah untuk terkena depresi dan lebih puas akan keberadaan dirinya","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/pencarian-spiritual-melalui-training-esq\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pencarian Spiritual Melalui Training ESQ - Ary Ginanjar Agustian | Motivator Indonesia","og_description":"Penelitian yang dilakukan oleh Gallup dalam Tangdilintin (2008), menemukan bahwa, seorang yang memiliki komitmen spiritual, ternyata dua kali lebih berbahagia daripada seseorang yang kurang memiliki komitmen spiritual. Seseorang yang spiritualitasnya tinggi juga memiliki resiko lebih rendah untuk terkena depresi dan lebih puas akan keberadaan dirinya","og_url":"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/pencarian-spiritual-melalui-training-esq\/","og_site_name":"Ary Ginanjar Agustian | Motivator Indonesia","article_published_time":"2019-04-16T07:00:42+00:00","og_image":[{"width":1000,"height":1000,"url":"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/Pencarian-Spiritual-Melalui-Training-ESQ-Ary-Ginanjar-Agustian-Training-Motivasi.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"ronalesq","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"ronalesq","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/pencarian-spiritual-melalui-training-esq\/","url":"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/pencarian-spiritual-melalui-training-esq\/","name":"Pencarian Spiritual Melalui Training ESQ - Ary Ginanjar Agustian | Motivator Indonesia","isPartOf":{"@id":"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/pencarian-spiritual-melalui-training-esq\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/pencarian-spiritual-melalui-training-esq\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/Pencarian-Spiritual-Melalui-Training-ESQ-Ary-Ginanjar-Agustian-Training-Motivasi.jpg","datePublished":"2019-04-16T07:00:42+00:00","author":{"@id":"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/#\/schema\/person\/e2d93d490748aff94e308f5371558125"},"description":"Penelitian yang dilakukan oleh Gallup dalam Tangdilintin (2008), menemukan bahwa, seorang yang memiliki komitmen spiritual, ternyata dua kali lebih berbahagia daripada seseorang yang kurang memiliki komitmen spiritual. Seseorang yang spiritualitasnya tinggi juga memiliki resiko lebih rendah untuk terkena depresi dan lebih puas akan keberadaan dirinya","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/pencarian-spiritual-melalui-training-esq\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/pencarian-spiritual-melalui-training-esq\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/pencarian-spiritual-melalui-training-esq\/#primaryimage","url":"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/Pencarian-Spiritual-Melalui-Training-ESQ-Ary-Ginanjar-Agustian-Training-Motivasi.jpg","contentUrl":"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/Pencarian-Spiritual-Melalui-Training-ESQ-Ary-Ginanjar-Agustian-Training-Motivasi.jpg","width":1000,"height":1000,"caption":"Pencarian Spiritual Melalui Training ESQ - Ary Ginanjar Agustian - Training Motivasi"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/pencarian-spiritual-melalui-training-esq\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pencarian Spiritual Melalui Training ESQ"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/","name":"Ary Ginanjar Agustian | Motivator Indonesia","description":"Aktifitas, Sharing Motivasi dan Inspirasi Ary Ginanjar Agustian","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/#\/schema\/person\/e2d93d490748aff94e308f5371558125","name":"ronalesq","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e880daa1a1f03c67d0e3a534c66f8329feb9b99998b67153467194b040bf6b36?s=96&d=blank&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e880daa1a1f03c67d0e3a534c66f8329feb9b99998b67153467194b040bf6b36?s=96&d=blank&r=g","caption":"ronalesq"},"url":"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/author\/ronalesq\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3180","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3180"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3180\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3182,"href":"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3180\/revisions\/3182"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3181"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3180"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3180"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3180"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}