{"id":4529,"date":"2026-09-24T14:10:57","date_gmt":"2026-09-24T07:10:57","guid":{"rendered":"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/?p=4529"},"modified":"2026-09-24T14:10:57","modified_gmt":"2026-09-24T07:10:57","slug":"diplomasi-spiritual-indonesia-malaysia-menara-165","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/diplomasi-spiritual-indonesia-malaysia-menara-165\/","title":{"rendered":"Diplomasi Spiritual dari Menara 165: Ary Ginanjar dan Wakil PM Malaysia Perkuat Persaudaraan Serumpun"},"content":{"rendered":"<p>Hubungan Indonesia dan Malaysia selama ini ditopang oleh kedekatan geografis, sejarah, bahasa, budaya, perdagangan, dan kepentingan kawasan. Namun, di balik jalur diplomasi formal tersebut, terdapat kekuatan lain yang tidak kalah penting: hubungan antarmanusia yang lahir dari kepercayaan dan dijaga dengan ketulusan.<\/p>\n<p>Pesan inilah yang mengemuka ketika Pendiri ESQ Corp dan Universitas Ary Ginanjar, Prof. Dr. (H.C.) Ary Ginanjar Agustian, menerima kunjungan Wakil Perdana Menteri Malaysia Dato\u2019 Seri Dr. Ahmad Zahid Hamidi di Menara 165, Jakarta, di tengah rangkaian agenda kenegaraannya di Indonesia pada September 2026.<\/p>\n<p>Pertemuan itu bukan sekadar perjumpaan dua tokoh. Keduanya telah bersahabat lebih dari dua dekade, melewati perubahan jabatan, dinamika politik, dan pasang surut hubungan kedua negara. Bagi Ary Ginanjar, hubungan yang tetap terjaga tersebut menunjukkan makna <strong>diplomasi spiritual Indonesia &#8211; Malaysia<\/strong>: membangun jembatan persaudaraan melalui hubungan hati, nilai kemanusiaan, budaya, dan spiritualitas yang melampaui kepentingan sesaat.<\/p>\n<p>\u201cPersahabatan kita tidak melihat jabatan, tetapi persahabatan hati,\u201d ujar Ary Ginanjar sebagaimana diberitakan sejumlah media nasional.<\/p>\n<div id=\"attachment_4531\" style=\"width: 1034px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-4531\" class=\"wp-image-4531 size-large\" src=\"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/02-ary-ginanjar-sambut-ahmad-zahid-1024x672.jpg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"672\" srcset=\"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/02-ary-ginanjar-sambut-ahmad-zahid-1024x672.jpg 1024w, https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/02-ary-ginanjar-sambut-ahmad-zahid-300x197.jpg 300w, https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/02-ary-ginanjar-sambut-ahmad-zahid-768x504.jpg 768w, https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/02-ary-ginanjar-sambut-ahmad-zahid.jpg 1072w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><p id=\"caption-attachment-4531\" class=\"wp-caption-text\">Sambutan hangat Ary Ginanjar kepada Ahmad Zahid Hamidi mencerminkan persahabatan yang telah terjalin lebih dari dua dekade. Foto: Dokumentasi ESQ Corp.<\/p><\/div>\n<h3>Persahabatan yang melintasi jabatan<\/h3>\n<p>Hubungan Ary Ginanjar dan Ahmad Zahid Hamidi bermula ketika tokoh Malaysia tersebut menjalankan amanah di bidang keagamaan. Kesamaan perhatian terhadap pembangunan manusia melalui keseimbangan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual menjadi salah satu fondasi kedekatan mereka.<\/p>\n<p>Persahabatan itu terus terpelihara ketika Ahmad Zahid mengemban berbagai posisi strategis di Malaysia, mulai dari Menteri Pertahanan, Menteri Dalam Negeri, hingga Wakil Perdana Menteri. Perubahan jabatan tidak mengubah hubungan personal yang telah tumbuh di antara keduanya.<\/p>\n<p>Dalam pandangan Ary Ginanjar, persahabatan yang tulus tidak bergantung pada posisi. Hubungan semacam itu justru dapat menjadi ruang komunikasi ketika jalur formal sedang menghadapi tantangan. Kepercayaan yang dibangun dalam waktu panjang memungkinkan percakapan berlangsung lebih terbuka, manusiawi, dan berorientasi pada kebaikan bersama.<\/p>\n<div id=\"attachment_4532\" style=\"width: 1034px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-4532\" class=\"wp-image-4532 size-large\" src=\"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/03-pelukan-persahabatan-ary-ahmad-zahid-1024x672.jpg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"672\" srcset=\"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/03-pelukan-persahabatan-ary-ahmad-zahid-1024x672.jpg 1024w, https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/03-pelukan-persahabatan-ary-ahmad-zahid-300x197.jpg 300w, https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/03-pelukan-persahabatan-ary-ahmad-zahid-768x504.jpg 768w, https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/03-pelukan-persahabatan-ary-ahmad-zahid.jpg 1072w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><p id=\"caption-attachment-4532\" class=\"wp-caption-text\">Pelukan hangat menjadi simbol persaudaraan yang tidak dibatasi oleh jabatan dan protokol formal. Foto: Dokumentasi ESQ Corp.<\/p><\/div>\n<h3>Dari pengalaman Ambalat menuju diplomasi spiritual<\/h3>\n<p>Salah satu pengalaman yang dikenang Ary Ginanjar terjadi ketika hubungan Indonesia dan Malaysia menghadapi ketegangan terkait Ambalat. Pada masa itu, Ahmad Zahid yang menjabat Menteri Pertahanan Malaysia tetap datang ke Menara 165.<\/p>\n<p>Pertemuan tersebut disebut turut membuka ruang dialog bagi sejumlah tokoh pertahanan dari kedua negara. Bagi Ary Ginanjar, peristiwa itu memperlihatkan bahwa hubungan personal dapat menjaga pintu komunikasi tetap terbuka pada saat hubungan formal berada dalam situasi sensitif.<\/p>\n<p>Diplomasi spiritual bukanlah pengganti diplomasi negara. Ia menjadi lapisan yang memperkuatnya. Politik dapat membentuk kesepakatan, ekonomi dapat menciptakan kepentingan bersama, tetapi kepercayaan antarmanusia membantu keduanya bertahan ketika muncul perbedaan.<\/p>\n<p>Pendekatan ini menempatkan manusia bukan hanya sebagai wakil jabatan atau institusi, melainkan sebagai pribadi yang memiliki hati nurani, nilai, dan tanggung jawab untuk menjaga perdamaian.<\/p>\n<div id=\"attachment_4535\" style=\"width: 1034px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-4535\" class=\"wp-image-4535 size-large\" src=\"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/04-foto-bersama-menara-165-1024x672.jpg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"672\" srcset=\"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/04-foto-bersama-menara-165-1024x672.jpg 1024w, https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/04-foto-bersama-menara-165-300x197.jpg 300w, https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/04-foto-bersama-menara-165-768x504.jpg 768w, https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/04-foto-bersama-menara-165.jpg 1072w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><p id=\"caption-attachment-4535\" class=\"wp-caption-text\">Ary Ginanjar, Ahmad Zahid Hamidi, dan delegasi berfoto bersama di Menara 165, Jakarta. Foto: Dokumentasi ESQ Corp.<\/p><\/div>\n<h3>Menara 165 sebagai rumah persaudaraan<\/h3>\n<p>Kunjungan tersebut juga menegaskan arti Menara 165 sebagai ruang perjumpaan. Bukan hanya tempat berlangsungnya aktivitas organisasi dan pengembangan manusia, Menara 165 telah menjadi rumah bagi berbagai dialog tentang karakter, kepemimpinan, pendidikan, dan masa depan masyarakat.<\/p>\n<p>Dalam konteks hubungan Indonesia\u2013Malaysia, peran itu diperkuat oleh jaringan alumni ESQ. Ary Ginanjar menyebut sekitar 2,5 juta alumni ESQ di Indonesia dan Malaysia memiliki potensi menjadi jembatan kultural dan spiritual antara masyarakat kedua negara.<\/p>\n<p>Jaringan manusia semacam ini penting karena hubungan bilateral tidak hanya dibentuk oleh pertemuan antarpejabat. Ia juga hidup melalui persahabatan warga, pertukaran pengetahuan, aktivitas pendidikan, kerja sama profesional, dan rasa saling menerima ketika seseorang berada di negeri tetangga.<\/p>\n<p>Ary Ginanjar menggambarkan Menara 165 sebagai rumah persaudaraan bagi masyarakat Malaysia yang datang ke Indonesia. Sebaliknya, jaringan alumni di Malaysia dapat menyambut masyarakat Indonesia dengan semangat persaudaraan yang sama.<\/p>\n<div id=\"attachment_4536\" style=\"width: 1034px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-4536\" class=\"wp-image-4536 size-large\" src=\"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/05-dialog-di-masjid-menara-165-1024x672.jpg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"672\" srcset=\"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/05-dialog-di-masjid-menara-165-1024x672.jpg 1024w, https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/05-dialog-di-masjid-menara-165-300x197.jpg 300w, https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/05-dialog-di-masjid-menara-165-768x504.jpg 768w, https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/05-dialog-di-masjid-menara-165.jpg 1072w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><p id=\"caption-attachment-4536\" class=\"wp-caption-text\">Dialog Ary Ginanjar dan Ahmad Zahid Hamidi di lingkungan masjid Menara 165. Foto: Dokumentasi ESQ Corp.<\/p><\/div>\n<h3>Pembangunan manusia menjadi agenda bersama<\/h3>\n<p>Pertemuan Ary Ginanjar dan Ahmad Zahid tidak berhenti pada nostalgia persahabatan. Keduanya juga membahas peluang kerja sama yang menyentuh kebutuhan masa depan Indonesia, Malaysia, dan kawasan Asia Tenggara.<\/p>\n<p>Salah satu perhatian utama adalah pembangunan sumber daya manusia. Perubahan teknologi, kecerdasan buatan, dan ekonomi global berlangsung sangat cepat. Kondisi ini membuat manusia perlu dibekali bukan hanya dengan keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan mengenali potensi, beradaptasi, berkolaborasi, dan memegang nilai.<\/p>\n<p>Ary Ginanjar menekankan bahwa kemajuan teknologi harus berjalan bersama pembangunan karakter. IQ membantu manusia memahami masalah dan menciptakan solusi. EQ membantu manusia mengelola diri serta membangun hubungan. SQ memberi arah agar kecerdasan dan kemampuan digunakan untuk tujuan yang benar.<\/p>\n<p>Karena itu, kerja sama pembangunan manusia perlu melihat manusia secara utuh. Kompetensi dibutuhkan untuk menghadapi perubahan, sedangkan karakter dan spiritualitas dibutuhkan agar perubahan tetap berpihak pada kemanusiaan.<\/p>\n<div id=\"attachment_4537\" style=\"width: 1034px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-4537\" class=\"wp-image-4537 size-large\" src=\"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/06-perbincangan-ary-ahmad-zahid-1024x672.jpg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"672\" srcset=\"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/06-perbincangan-ary-ahmad-zahid-1024x672.jpg 1024w, https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/06-perbincangan-ary-ahmad-zahid-300x197.jpg 300w, https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/06-perbincangan-ary-ahmad-zahid-768x504.jpg 768w, https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/06-perbincangan-ary-ahmad-zahid.jpg 1072w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><p id=\"caption-attachment-4537\" class=\"wp-caption-text\">Percakapan Ary Ginanjar dan Ahmad Zahid Hamidi membahas persaudaraan serta peluang kolaborasi Indonesia\u2013Malaysia. Foto: Dokumentasi ESQ Corp.<\/p><\/div>\n<p>TVET dan TalentDNA untuk pengembangan SDM<\/p>\n<p>Salah satu agenda konkret yang dibicarakan adalah program <strong>Technical and Vocational Education and Training (TVET)<\/strong>\u00a0Malaysia. Pendidikan dan pelatihan vokasi berperan penting dalam menyiapkan tenaga kerja yang relevan dengan kebutuhan industri serta mampu menjawab perubahan dunia kerja.<\/p>\n<p>Dalam pembahasan tersebut muncul ketertarikan terhadap penerapan <strong>TalentDNA Assessment<\/strong>, yang telah digunakan dalam Program Sekolah Rakyat di Indonesia. Pendekatan ini membantu memetakan kecenderungan potensi dan pola perilaku seseorang sehingga proses pendidikan, pengembangan, serta penempatan dapat dilakukan secara lebih terarah.<\/p>\n<p>Pertemuan antara TVET dan pemetaan talenta membuka peluang menarik. Pendidikan vokasi menjawab kebutuhan keterampilan, sedangkan TalentDNA membantu seseorang memahami kekuatan alaminya. Ketika keduanya dipadukan dengan pembentukan karakter, pembangunan SDM tidak hanya mengejar kesiapan kerja, tetapi juga ketepatan peran dan kualitas kontribusi.<\/p>\n<div id=\"attachment_4538\" style=\"width: 1034px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-4538\" class=\"wp-image-4538 size-large\" src=\"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/07-ahmad-zahid-bersama-delegasi-1024x672.jpg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"672\" srcset=\"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/07-ahmad-zahid-bersama-delegasi-1024x672.jpg 1024w, https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/07-ahmad-zahid-bersama-delegasi-300x197.jpg 300w, https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/07-ahmad-zahid-bersama-delegasi-768x504.jpg 768w, https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/07-ahmad-zahid-bersama-delegasi.jpg 1072w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><p id=\"caption-attachment-4538\" class=\"wp-caption-text\">Ahmad Zahid Hamidi dan delegasi dalam rangkaian kunjungan ke Menara 165. Foto: Dokumentasi ESQ Corp.<\/p><\/div>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<div id=\"attachment_4539\" style=\"width: 1034px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-4539\" class=\"wp-image-4539 size-large\" src=\"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/08-ary-ginanjar-ahmad-zahid-ruang-kerja-1024x672.jpg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"672\" srcset=\"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/08-ary-ginanjar-ahmad-zahid-ruang-kerja-1024x672.jpg 1024w, https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/08-ary-ginanjar-ahmad-zahid-ruang-kerja-300x197.jpg 300w, https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/08-ary-ginanjar-ahmad-zahid-ruang-kerja-768x504.jpg 768w, https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/08-ary-ginanjar-ahmad-zahid-ruang-kerja.jpg 1072w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><p id=\"caption-attachment-4539\" class=\"wp-caption-text\">Ary Ginanjar dan Ahmad Zahid Hamidi di ruang kerja Menara 165, dengan buku-buku pemikiran ESQ sebagai bagian dari perjalanan pembangunan manusia. Foto: Dokumentasi ESQ Corp.<\/p><\/div>\n<h3>Menuju ekosistem halal ASEAN yang lebih kuat<\/h3>\n<p>Pembahasan lain yang mengemuka adalah penguatan ekosistem halal regional. Salah satu gagasan yang dibicarakan ialah pembentukan <strong>ASEAN Halal Council<\/strong> untuk memperkuat posisi Asia Tenggara dalam industri halal global.<\/p>\n<p>Indonesia dan Malaysia memiliki modal besar untuk memainkan peran strategis. Kedua negara mempunyai populasi Muslim yang besar, pengalaman dalam pengembangan sertifikasi dan industri halal, serta jaringan pelaku usaha yang luas. Kolaborasi dapat membuka ruang untuk menyelaraskan standar, memperkuat rantai nilai, mengembangkan kompetensi, serta meningkatkan daya saing produk halal ASEAN.<\/p>\n<p>Ary Ginanjar menyampaikan kesiapan ESQ untuk berkontribusi melalui <strong>ESQ Halal Hub<\/strong>. Kontribusi ini menempatkan halal tidak hanya sebagai persoalan kepatuhan, tetapi juga sebagai ekosistem yang membutuhkan integritas, kualitas manusia, kepercayaan konsumen, tata kelola, dan kolaborasi lintas negara.<\/p>\n<div id=\"attachment_4540\" style=\"width: 1034px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-4540\" class=\"wp-image-4540 size-large\" src=\"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/09-doa-bersama-1024x672.jpg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"672\" srcset=\"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/09-doa-bersama-1024x672.jpg 1024w, https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/09-doa-bersama-300x197.jpg 300w, https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/09-doa-bersama-768x504.jpg 768w, https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/09-doa-bersama.jpg 1072w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><p id=\"caption-attachment-4540\" class=\"wp-caption-text\">Doa bersama menjadi bagian dari suasana pertemuan yang menempatkan nilai spiritual sebagai fondasi hubungan antarmanusia. Foto: Dokumentasi ESQ Corp.<\/p><\/div>\n<h3>Spiritualitas sebagai kompas di era kecerdasan buatan<\/h3>\n<p>Di tengah pembicaraan tentang SDM, pendidikan vokasi, teknologi, dan industri halal, terdapat satu benang merah: pembangunan manusia harus memiliki kompas nilai.<\/p>\n<p>Kecerdasan buatan dapat mempercepat pekerjaan, memperluas analisis, dan membantu manusia membuat keputusan. Namun, teknologi tidak dengan sendirinya menentukan apakah sebuah keputusan adil, bertanggung jawab, dan bermanfaat bagi banyak orang. Pertanyaan tersebut tetap membutuhkan karakter dan kebijaksanaan manusia.<\/p>\n<p>Karena itu, Ary Ginanjar memandang nilai spiritual bukan sebagai penghambat modernisasi, melainkan fondasi untuk mengarahkannya. Kemajuan perlu melahirkan manusia yang semakin berdaya, bukan semakin kehilangan makna. Keterampilan perlu melahirkan kontribusi, bukan sekadar kompetisi. Kekuasaan dan pengaruh perlu digunakan untuk membangun kepercayaan, bukan memperbesar jarak.<\/p>\n<p>Dalam hubungan antarnegara, prinsip yang sama berlaku. Diplomasi akan menjadi lebih kokoh ketika kepentingan nasional dapat dipertemukan dengan penghormatan pada martabat manusia, kedekatan budaya, dan cita-cita perdamaian.<\/p>\n<div id=\"attachment_4541\" style=\"width: 1034px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-4541\" class=\"wp-image-4541 size-large\" src=\"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/10-meninjau-talentdna-1024x672.jpg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"672\" srcset=\"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/10-meninjau-talentdna-1024x672.jpg 1024w, https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/10-meninjau-talentdna-300x197.jpg 300w, https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/10-meninjau-talentdna-768x504.jpg 768w, https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/10-meninjau-talentdna.jpg 1072w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><p id=\"caption-attachment-4541\" class=\"wp-caption-text\">Ary Ginanjar dan Ahmad Zahid Hamidi meninjau materi dalam rangkaian pembahasan pembangunan manusia dan pemetaan talenta. Foto: Dokumentasi ESQ Corp.<\/p><\/div>\n<h3>Jembatan hati untuk kedamaian Asia Tenggara<\/h3>\n<p>Indonesia dan Malaysia akan selalu memiliki ruang kerja sama sekaligus potensi perbedaan. Kedekatan dua negara serumpun membuat setiap dinamika dapat terasa dekat di tengah masyarakat. Karena itu, hubungan bilateral membutuhkan fondasi yang lebih luas daripada kepentingan politik dan ekonomi.<\/p>\n<p>Diplomasi spiritual menghadirkan fondasi tersebut melalui kepercayaan, persaudaraan, serta kesediaan untuk melihat manusia di balik jabatan. Pendekatan ini tumbuh dari hubungan yang dirawat secara konsisten, termasuk pada masa sulit.<\/p>\n<p>Pertemuan di Menara 165 memperlihatkan bagaimana persahabatan dapat berkembang menjadi pembicaraan konkret tentang pendidikan, talenta, teknologi, dan industri halal. Hubungan hati tidak berhenti sebagai simbol. Ia dapat menjadi energi untuk membangun kerja sama yang berdampak bagi masyarakat kedua negara.<\/p>\n<p>Bagi Ary Ginanjar, kepentingan spiritual memiliki daya pemersatu yang melampaui kepentingan intelektual, perdagangan, maupun politik. Jembatan hati semacam inilah yang perlu terus dijaga agar Indonesia dan Malaysia tidak hanya dekat sebagai tetangga, tetapi juga tumbuh bersama sebagai kekuatan yang merawat kedamaian Asia Tenggara.<\/p>\n<div id=\"attachment_4542\" style=\"width: 1034px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-4542\" class=\"wp-image-4542 size-large\" src=\"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/11-salat-berjamaah-menara-165-1024x672.jpg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"672\" srcset=\"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/11-salat-berjamaah-menara-165-1024x672.jpg 1024w, https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/11-salat-berjamaah-menara-165-300x197.jpg 300w, https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/11-salat-berjamaah-menara-165-768x504.jpg 768w, https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/11-salat-berjamaah-menara-165.jpg 1072w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><p id=\"caption-attachment-4542\" class=\"wp-caption-text\">Salat berjamaah di Menara 165 menjadi penutup yang menggambarkan kedekatan nilai spiritual dalam persaudaraan Indonesia\u2013Malaysia. Foto: Dokumentasi ESQ Corp.<\/p><\/div>\n<hr \/>\n<h3>Pertanyaan yang Sering Diajukan<\/h3>\n<p><strong>Apa yang dimaksud diplomasi spiritual menurut Ary Ginanjar?<\/strong><\/p>\n<p>Diplomasi spiritual adalah pendekatan yang memperkuat hubungan antarmanusia dan antarbangsa melalui persaudaraan, budaya, kemanusiaan, kepercayaan, serta nilai spiritual. Pendekatan ini tidak menggantikan diplomasi formal, tetapi memperkuatnya dengan jembatan hati yang melampaui jabatan dan kepentingan sesaat.<\/p>\n<p><strong>Siapa Wakil Perdana Menteri Malaysia yang berkunjung ke Menara 165?<\/strong><\/p>\n<p>Tokoh yang berkunjung adalah Dato\u2019 Seri Dr. Ahmad Zahid Hamidi, Wakil Perdana Menteri Malaysia. Ia dan Ary Ginanjar telah menjalin persahabatan selama lebih dari dua dekade.<\/p>\n<p><strong>Apa yang dibahas Ary Ginanjar dan Ahmad Zahid Hamidi?<\/strong><\/p>\n<p>Pertemuan tersebut membahas penguatan hubungan budaya dan spiritual Indonesia\u2013Malaysia, pengembangan sumber daya manusia melalui TVET dan TalentDNA Assessment, serta peluang memperkuat ekosistem halal regional melalui gagasan ASEAN Halal Council dan ESQ Halal Hub.<\/p>\n<p><strong>Apa peran alumni ESQ dalam hubungan Indonesia dan Malaysia?<\/strong><\/p>\n<p>Jaringan sekitar 2,5 juta alumni ESQ di Indonesia dan Malaysia dinilai dapat menjadi jembatan kultural dan spiritual. Mereka dapat memperkuat hubungan masyarakat melalui persahabatan, pendidikan, pengembangan diri, dan kolaborasi lintas negara.<\/p>\n<p><strong>Mengapa IQ, EQ, dan SQ penting di era kecerdasan buatan?<\/strong><\/p>\n<p>IQ membantu manusia mengolah pengetahuan, EQ membantu mengelola diri dan hubungan, sedangkan SQ memberi arah nilai. Di tengah perkembangan kecerdasan buatan, ketiganya perlu diselaraskan agar teknologi digunakan secara bertanggung jawab dan tetap berpihak pada kemanusiaan.<\/p>\n<p><strong>Apa hubungan TalentDNA dengan TVET Malaysia?<\/strong><\/p>\n<p>TVET berfokus pada pendidikan dan keterampilan vokasi, sedangkan TalentDNA membantu memetakan kecenderungan potensi serta pola perilaku seseorang. Integrasi keduanya berpotensi membuat pengembangan kompetensi dan penempatan peran menjadi lebih tepat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hubungan Indonesia dan Malaysia selama ini ditopang oleh kedekatan geografis, sejarah, bahasa, budaya, perdagangan, dan kepentingan kawasan. Namun, di balik jalur diplomasi formal tersebut, terdapat kekuatan lain yang tidak kalah&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4530,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[62],"tags":[],"class_list":["post-4529","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.3 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Diplomasi Spiritual Indonesia - Malaysia dari Menara 165<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Ary Ginanjar dan Wakil PM Malaysia Ahmad Zahid Hamidi memperkuat persaudaraan Indonesia\u2013Malaysia melalui diplomasi spiritual, SDM, TVET, dan halal.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/diplomasi-spiritual-indonesia-malaysia-menara-165\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Diplomasi Spiritual Indonesia - Malaysia dari Menara 165\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ary Ginanjar dan Wakil PM Malaysia Ahmad Zahid Hamidi memperkuat persaudaraan Indonesia\u2013Malaysia melalui diplomasi spiritual, SDM, TVET, dan halal.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/diplomasi-spiritual-indonesia-malaysia-menara-165\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Ary Ginanjar Agustian | Motivator Indonesia\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-09-24T07:10:57+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/01-ary-ginanjar-ahmad-zahid-cendera-mata.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1072\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"704\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Ary Ginanjar\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Ary Ginanjar\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"10 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/aryginanjar.com\\\/blog\\\/diplomasi-spiritual-indonesia-malaysia-menara-165\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/aryginanjar.com\\\/blog\\\/diplomasi-spiritual-indonesia-malaysia-menara-165\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Ary Ginanjar\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/aryginanjar.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e2d93d490748aff94e308f5371558125\"},\"headline\":\"Diplomasi Spiritual dari Menara 165: Ary Ginanjar dan Wakil PM Malaysia Perkuat Persaudaraan Serumpun\",\"datePublished\":\"2026-09-24T07:10:57+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/aryginanjar.com\\\/blog\\\/diplomasi-spiritual-indonesia-malaysia-menara-165\\\/\"},\"wordCount\":1721,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/aryginanjar.com\\\/blog\\\/diplomasi-spiritual-indonesia-malaysia-menara-165\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/aryginanjar.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/01-ary-ginanjar-ahmad-zahid-cendera-mata.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/aryginanjar.com\\\/blog\\\/diplomasi-spiritual-indonesia-malaysia-menara-165\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/aryginanjar.com\\\/blog\\\/diplomasi-spiritual-indonesia-malaysia-menara-165\\\/\",\"name\":\"Diplomasi Spiritual Indonesia - Malaysia dari Menara 165\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/aryginanjar.com\\\/blog\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/aryginanjar.com\\\/blog\\\/diplomasi-spiritual-indonesia-malaysia-menara-165\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/aryginanjar.com\\\/blog\\\/diplomasi-spiritual-indonesia-malaysia-menara-165\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/aryginanjar.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/01-ary-ginanjar-ahmad-zahid-cendera-mata.jpg\",\"datePublished\":\"2026-09-24T07:10:57+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/aryginanjar.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e2d93d490748aff94e308f5371558125\"},\"description\":\"Ary Ginanjar dan Wakil PM Malaysia Ahmad Zahid Hamidi memperkuat persaudaraan Indonesia\u2013Malaysia melalui diplomasi spiritual, SDM, TVET, dan halal.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/aryginanjar.com\\\/blog\\\/diplomasi-spiritual-indonesia-malaysia-menara-165\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/aryginanjar.com\\\/blog\\\/diplomasi-spiritual-indonesia-malaysia-menara-165\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/aryginanjar.com\\\/blog\\\/diplomasi-spiritual-indonesia-malaysia-menara-165\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/aryginanjar.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/01-ary-ginanjar-ahmad-zahid-cendera-mata.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/aryginanjar.com\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/01-ary-ginanjar-ahmad-zahid-cendera-mata.jpg\",\"width\":1072,\"height\":704,\"caption\":\"Prof. Dr. (H.C.) Ary Ginanjar Agustian bersama Wakil Perdana Menteri Malaysia Dato\u2019 Seri Dr. Ahmad Zahid Hamidi di Menara 165, Jakarta. Foto: Dokumentasi ESQ Corp.\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/aryginanjar.com\\\/blog\\\/diplomasi-spiritual-indonesia-malaysia-menara-165\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/aryginanjar.com\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Diplomasi Spiritual dari Menara 165: Ary Ginanjar dan Wakil PM Malaysia Perkuat Persaudaraan Serumpun\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/aryginanjar.com\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/aryginanjar.com\\\/blog\\\/\",\"name\":\"Ary Ginanjar Agustian | Motivator Indonesia\",\"description\":\"Aktifitas, Sharing Motivasi dan Inspirasi Ary Ginanjar Agustian\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/aryginanjar.com\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/aryginanjar.com\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e2d93d490748aff94e308f5371558125\",\"name\":\"Ary Ginanjar\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e880daa1a1f03c67d0e3a534c66f8329feb9b99998b67153467194b040bf6b36?s=96&d=blank&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e880daa1a1f03c67d0e3a534c66f8329feb9b99998b67153467194b040bf6b36?s=96&d=blank&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/e880daa1a1f03c67d0e3a534c66f8329feb9b99998b67153467194b040bf6b36?s=96&d=blank&r=g\",\"caption\":\"Ary Ginanjar\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/aryginanjar.com\\\/blog\\\/author\\\/ronalesq\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Diplomasi Spiritual Indonesia - Malaysia dari Menara 165","description":"Ary Ginanjar dan Wakil PM Malaysia Ahmad Zahid Hamidi memperkuat persaudaraan Indonesia\u2013Malaysia melalui diplomasi spiritual, SDM, TVET, dan halal.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/diplomasi-spiritual-indonesia-malaysia-menara-165\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Diplomasi Spiritual Indonesia - Malaysia dari Menara 165","og_description":"Ary Ginanjar dan Wakil PM Malaysia Ahmad Zahid Hamidi memperkuat persaudaraan Indonesia\u2013Malaysia melalui diplomasi spiritual, SDM, TVET, dan halal.","og_url":"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/diplomasi-spiritual-indonesia-malaysia-menara-165\/","og_site_name":"Ary Ginanjar Agustian | Motivator Indonesia","article_published_time":"2026-09-24T07:10:57+00:00","og_image":[{"width":1072,"height":704,"url":"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/01-ary-ginanjar-ahmad-zahid-cendera-mata.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Ary Ginanjar","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Ary Ginanjar","Est. reading time":"10 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/diplomasi-spiritual-indonesia-malaysia-menara-165\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/diplomasi-spiritual-indonesia-malaysia-menara-165\/"},"author":{"name":"Ary Ginanjar","@id":"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/#\/schema\/person\/e2d93d490748aff94e308f5371558125"},"headline":"Diplomasi Spiritual dari Menara 165: Ary Ginanjar dan Wakil PM Malaysia Perkuat Persaudaraan Serumpun","datePublished":"2026-09-24T07:10:57+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/diplomasi-spiritual-indonesia-malaysia-menara-165\/"},"wordCount":1721,"image":{"@id":"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/diplomasi-spiritual-indonesia-malaysia-menara-165\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/01-ary-ginanjar-ahmad-zahid-cendera-mata.jpg","articleSection":["Artikel"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/diplomasi-spiritual-indonesia-malaysia-menara-165\/","url":"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/diplomasi-spiritual-indonesia-malaysia-menara-165\/","name":"Diplomasi Spiritual Indonesia - Malaysia dari Menara 165","isPartOf":{"@id":"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/diplomasi-spiritual-indonesia-malaysia-menara-165\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/diplomasi-spiritual-indonesia-malaysia-menara-165\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/01-ary-ginanjar-ahmad-zahid-cendera-mata.jpg","datePublished":"2026-09-24T07:10:57+00:00","author":{"@id":"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/#\/schema\/person\/e2d93d490748aff94e308f5371558125"},"description":"Ary Ginanjar dan Wakil PM Malaysia Ahmad Zahid Hamidi memperkuat persaudaraan Indonesia\u2013Malaysia melalui diplomasi spiritual, SDM, TVET, dan halal.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/diplomasi-spiritual-indonesia-malaysia-menara-165\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/diplomasi-spiritual-indonesia-malaysia-menara-165\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/diplomasi-spiritual-indonesia-malaysia-menara-165\/#primaryimage","url":"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/01-ary-ginanjar-ahmad-zahid-cendera-mata.jpg","contentUrl":"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/01-ary-ginanjar-ahmad-zahid-cendera-mata.jpg","width":1072,"height":704,"caption":"Prof. Dr. (H.C.) Ary Ginanjar Agustian bersama Wakil Perdana Menteri Malaysia Dato\u2019 Seri Dr. Ahmad Zahid Hamidi di Menara 165, Jakarta. Foto: Dokumentasi ESQ Corp."},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/diplomasi-spiritual-indonesia-malaysia-menara-165\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Diplomasi Spiritual dari Menara 165: Ary Ginanjar dan Wakil PM Malaysia Perkuat Persaudaraan Serumpun"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/","name":"Ary Ginanjar Agustian | Motivator Indonesia","description":"Aktifitas, Sharing Motivasi dan Inspirasi Ary Ginanjar Agustian","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/#\/schema\/person\/e2d93d490748aff94e308f5371558125","name":"Ary Ginanjar","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e880daa1a1f03c67d0e3a534c66f8329feb9b99998b67153467194b040bf6b36?s=96&d=blank&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e880daa1a1f03c67d0e3a534c66f8329feb9b99998b67153467194b040bf6b36?s=96&d=blank&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e880daa1a1f03c67d0e3a534c66f8329feb9b99998b67153467194b040bf6b36?s=96&d=blank&r=g","caption":"Ary Ginanjar"},"url":"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/author\/ronalesq\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4529","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4529"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4529\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4543,"href":"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4529\/revisions\/4543"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4530"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4529"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4529"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/aryginanjar.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4529"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}