was successfully added to your cart.
Cara Menjadi Manusia Yang Bernilai - Ary Ginanjar Agustian

Cara Menjadi Manusia Yang Bernilai

By | Inspirasi | No Comments

TRY TO NOT BECOME A MAN OF SUCCESS. BUT RATHER TRY TO BECOME A MAN OF VALUE – ALBERT EINSTEIN

Pernah Anda mendengar atau membaca kalimat dari Albert Einstein di atas? Kalimat yang diucap oleh seorang yang menjadi inspirasi banyak orang ini sunggu mempunyai arti yang sangat mendalam. Kenapa?

Jika diartikan kira-kira begini, Cobalah Anda untuk tidak menjadi orang sukses, namun jadilah orang yang bernilai. Di kutipan lain, ia pun menyebutkan, nilai seseorang dapat dilihat dari apa yang bisa ia berikan, bukan dari apa yang bisa ia dapatkan.

Seperti yang kita tahu, bahkan anda sekalipun. Kebanyakan dari kita menginginkan untuk menjadi sukses. Sukses dalam karier, cita-cita ataupun bidang lain di kehidupan. Ya memang tak ada salahnya menginginkan untuk jadi orang sukses. Namun, sukses bukan hanya sekedar sukses belaka.

Sukses punya mobil, sukses punya rumah mewah, sukses punya jabatan tinggi, sukses punya karier yang gemilang. Tentunya Anda menginginkan hal tersebut kan? Banyak sekali orang sukses. Namun tidak bernilai. Apa maksudnya?

Bisa Anda lihat, banyak orang sukses yang tidak mempunyai kecerdasan emosi dan spiritual sehingga ia tidak mempunyai nilai yang berarti di mata orang. Kesuksesannya hanya ia nikmati sendiri. Kesuksesannya hanya berdampak untuk dirinya sendiri. Padahal jelas-jelas sudah kita tahu dan pahami, sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat untuk orang banyak. Banyak orang sukses yang sibuk sehingga tak sempat menghiraukan keadaan di sekelilingnya.

Sehingga kesuksesannya tidak membawa manfaat sama sekali untuk orang-orang di sekitarnya. Coba Anda pikir, apa jadinya jika Anda sukses namun tak bisa bermanfaat. Apa arti kesuksesan yang Anda raih mati-matian?

Jadilah manusia yang bernilai. Yang benar-benar bermanfaat untuk banyak orang. Tentunya, ini bukan sesuatu yang mudah untuk dilakukan. Menjadi manusia bernilai tidak hanya cukup mengandalkan IQ saja. Namun juga diperlukan keselarasan IQ, EQ dan SQ untuk membuat apa yang sudah Anda raih, bisa disalurkan dengan cara yang tepat.

Penggabungan 3 kecerdasan ini dapat membuat hidup Anda lebih berarti. Ketika dengan IQ Anda lebih banyak menggunakan ego, namun dengan masuknya EQ dan SQ akan menyeimbangkan hidup Anda menjadi lebih berarti.

Keselarasan antara IQ, EQ dan SQ akan membentuk Anda menjadi manusia yang bernilai. Kebahagiaan yang anda dapatkan bukan ketika anda menjadi sukses, namun ketika anda bisa membuat orang lain ikut bahagia atas kesuksesan Anda. Ketika Anda bisa membantu orang lain di saat Anda sudah merasa sukses.

Saya ingin bertanya kepada Anda semua. Apa langkah yang Anda lakukan untuk menjadi “Manusia Yang Bernilai” ? Coba renungkan ya. Semoga bermanfaat.

Salam 165

Ary Ginanjar Agustian

3 Langkah Membangun Sikap Optimis

3 Langkah Membangun Sikap Optimis

By | Inspirasi | No Comments

Sahabat ESQ , siapa diantara Anda yang ngin menjadi orang SUKSES dan BAHAGIA? Saya yakin, pasti semuanya akan menjawab…”YA, SAYA INGIN.” Jika Anda ingin SUKSES dan BAHAGIA, lalu langkah apa yang sudah Sahabat ESQ ambil untuk sampai pada tahap tersebut? Sudahkah Sahabat ESQ melangkah untuk mewujudkannya?

Perlu Sahabat ESQ ketahui, kebahagiaan dan kesuksesan bisa kita raih dalam hidup, asalkan Anda punya sikap yang senantiasa OPTIMIS. Sikap optimislah yang akan melahirkan banyak manfaat. Orang yang optimis biasanya memiliki kemampuan mengendalikan stres lebih baik.

Optimisme merupakan positive attitude yang akan membawa Anda pada sebuah keadaan dimana Anda akan selalu melihat sisi baik dari setiap hal yang Anda lihat, dengar dan rasakan.

Ingin tahu bagaimana cara Anda bisa membangun sikap ataupun mental optimis dalam diri? Lihat 3 cara berikut ini.

BERSYUKUR

Sahabat ESQ, bersyukurlah atas apapun yang sekarang Anda punya. Tidak hanya bersyukur pada rezeki atau kebahagiaan saja, namun Anda juga WAJIB bersyukur saat diberi tantangan dalam hidup. Karena dengan itulah yang akan mengasah mental dan kebijaksanaan Anda. Dengan bersyukur otomatis akan yang mengajarkan Anda mengenai berusaha dan bertahan dengan segala tantangan yang ada.

JANGAN MENGELUH

Sepertinya Sahabat ESQ sudah paham bahwa mengeluh adalah kebiasaan tidak baik. Mengeluh akan melahirkan pikiran negative. Mengeluh hanya dilakukan oleh orang yang jiwanya rapuh. Mungkin selama ini orang-orang terdekat Anda masih mau mendengarkan keluhan kita. Namun, apa yang terjadi jika kita selalu mengeluh setiap kali bertemu dengan mereka? Bisa-bisa mereka akan bosan dengan keluhan Anda. Daripada mengeluh lebih baik kita alihkan kepada kesibukan dengan melakukan pekerjaan yang positif.

BERTEMAN DENGAN ORANG YANG OPTIMIS

Ini yang perlu Sahabat ESQ praktekkan. Bertemanlah dengan orang-orang yang menuh Anda mempunyai rasa semangat dan optimis yang tinggi dalam menjalani hidup. Berteman dengan orang yang optimis bisa membantu Anda menemukan bagaimana cara pola pikir dan kebiasaan mera. Sebaliknya jika kita banyak berteman dengan orang-orang yang pesimis akan memberikan dampak yang kurang baik pada hati dan pikiran kita.

Semoga cara di atas bisa membantu Anda untuk membangun sikap optimis.

Salam 165

Ary Ginanjar Agustian

Cara Agar Bisa Berprasangka Baik - Ary Ginanjar Agustian

Cara Agar Bisa Berprasangka Baik

By | Inspirasi | No Comments

Pada suatu pagi, ada sebuah rapat antar departemen hasil evaluasi rutin sedang dibicarakan. Tahukah Anda? Seorang karyawan tiba-tiba menguap di tengah rapat yang sedang berlangsung dengan serius. Seisi ruangan pun spontan menoleh ke orang yang menguap tersebut. Sang Bos menatap ke arahnya sambil menggeleng-gelengkan kepala dan berkata “Saya kecewa sekali dengan Anda. Saya rasa Anda tidak menghormati orang-orang yang hadir dalam rapat ini”. Sang karyawan pun langsung tertunduk. Dengan wajah pucatnya, ia berkata dengan lirih “Maaf, saya ingin menyampaikan, bahwa sebenarnya saya tidak bisa ikut rapat ini. Karena rapat ini cukup penting, saya coba hadir. Saya mengantuk, karena tidak bisa tidur. Semalam anak saya kecelakaan dan sekarang sedang dirawat di ICU dalam keadaan tidak sadar. Mohon maaf kalau menguap saya tadi kurang sopan.”

Semua orang yang hadir langsung terperangah. Mereka terjerumus pada prasangka dan belenggu pikiran yang menganggap jika ada orang menguap di tengah rapat penting, maka orang tersebut “tidak antusias”. Sebuah prasangka buruk telah terjadi. Semua yang ada di ruang meeting punya asumsi buruk terhadap karyawan yang menguap. Apa yang bisa kita petik dari cerita di atas? Simak dulu cerita lain yang juga ada hubungannya dengan prasangka.

Wisnu bekerja sebagai tenaga professional sebuah perusahaan ternama. Suatu hari ia ditawari untuk membeli taksi oleh seorang supir. Awal mulanya, Wisnu curiga dan berpikir “Jangan-jangan saya akan ditipu oleh supir ini”. Namun, Wisnu mengambil langkah yang sangat mengagumkan. Ia setuju untuk membeli taksi tersebut, sekaligus memberi kesempatan kepada supir tadi untuk menjalankan taksi itu, dengan catatan, sang supir harus membayar uang setoran sebesar Rp 35.000/hari. Wisnu juga memberikan jatah satu hari setiap bulan sebagai hari “bebas setor”. Begitu bijak langkah yang diambil oleh Wisnu.

Setelah itu, apa yang terjadi? Satu bulan kemudian, sang supir datang ke rumah Wisnu bersama taksinya, sambil memperlihatkan setumpuk uang sambil berkata “Pak Wisnu, lihat. Sekarang saya sudah punya tabungan sebegini banyak. Usaha Wisnu dan sang supir berjalan dengan lancer. Sungguh pekerjaan yang betul-betul dilandasi oleh kepercayaan dan prasangka baik akan melahirkan hasil yang baik pula.

Terlihat perbedaan kan dari cerita di atas. Yang bisa kita petik dari kedua cerita di atas adalah bahwa tindakan seseorang sangat bergantung pada pikirannya. Lingkungan pun juga sangat berperan dalam mempengaruhi cara berpikir seseorang. Prasangka buruk mengalir serta berubah menjadi sikap “defensif” dan tertutup karena selalu beranggapan buruk kepada orang lain. Sebaliknya, berprasangka baik pada orang lain akan mendorong dan menciptakan kondisi untuk saling percaya, saling mendukung, terbuka dan kooperatif.

Salam 165

Ary Ginanjar Agustian

7 Tips Menemukan “Inner Strength” Atau Kekuatan Terdalam Yang Ada Pada Diri _ Ary Ginanjar Agustian

7 Tips Menemukan “Inner Strength” Atau Kekuatan Terdalam Yang Ada Pada Diri

By | Inspirasi | No Comments

John Roger seorang Author dan Public Speaker asal Amerika pernah berkata bahwa “Kita harus membangunkan diri kita pada kekuatan dan keindahan yang hidup di dalam diri kita saat ini.” Seperti yang sudah kita sadari, bahwa saat ini kita hidup di masa-masa yang penuh akan tantangan dan perubahan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kita harus bisa menempatkan diri dengan baik dan mengambil kesempatan untuk mengevaluasi kembali kehidupan kita.

Coba sekarang saya Tanya, apakah pekerjaan yang Anda saat ini sudah cukup baik? Apakah hal yang menjadi prioritas dalam hidup Anda? Kapan terakhir kali Anda menghabiskan waktu dengan keluarga? Hidup seperti apakah yang Anda inginkan?

Apa kira-kira jawaban Anda atas pertanyaan saya di atas? Yang saya ingin simpulkan dari beberapa pertanyaan di atas adalah bahwa jawaban atas semua pertanyaan ini terletak pada bagaimana kita menemukan kekuatan terdalam yang ada dalam diri kita semua. Dengan mengetahui apa yang menjadi kekuatan kita, kita bisa memilah-milah hal-apa saja yang kita inginkan dalam hidup.

Sahabat ESQ sungguh sangat beruntung jika Anda tahu, bahwa Anda benar-benar dapat melakukan sesuatu untuk membuat diri Anda lebih kuat. Karena bagian dari bertahan hidup adalah menerima dengan baik atas apa yang sudah Allah berikan kepada kita. Sangat penting untuk sadar bahwa kita bisa menerima dan merasa bahwa kita dapat mengubah diri kita sendiri. Ini adalah kekuatan super.

Yakinlah, bahwa Allah SWT sudah memberikan kekuatan luar biasa kepada manusia yang ada di muka bumi. Ingatkah salah satu ayat yang ada di Surat Al Baqarah yang menyatakan bahwab Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya (QS Al Baqarah:286). Karena Allah yakin, setiap manusia yang diciptakannya mempunyai kekuatan luar biasa yang dapat membantu hidupnya untuk jauh lebih baik.

Ada saat kita melihat atau merasakan beban yang begitu berat, namun ayat di atas ayat menegaskans, bahwa itu semua PASTI sesuai dengan kemampuan kita. Allah berikan ujian sesuatu dengan kemampuan kiya, Ini berarti menunjukan bahwa kita sebenarnya memiliki kekuatan dahsyat dalam diri untuk menghadapi sebesar apa pun beban yang kita hadapi. Ini harus kita yakini, dan sebagai seorang yang beriman, pasti tidak akan pernah ragu sedikit pun apa yang dikatakan Al Quran.

Untuk mengawali itu semua, apa yang perlu Anda lakukan? Ya…Yang perlu Sahabat ESQ lakukan adalah YAKIN. Sahabat ESQ harus punya keyakinan dulu bahwa kita sebagai makhluk yang paling sempurna yang diciptakan Allah ini adalah makhluk yang mempunyai kekuatan. Jika tidak yakin, Anda tidak akan pernah bisa membangkitkan kekuatan tersebut. Jadi, Sahabat ESQ harus YAKIN bahwa Anda memiliki kekuatan yang besar, lebih besar dibandingkan dengan beban yang Anda hadapi.

Nah, adakah diantara Anda yang tidak tahu fungsi dari dongkrak? Ya..saya rasa sudah paham betul bagaimana fungsi dongkrak. Alat kecil yang mampu mengangkat mobil saat Anda akan mengganti ban mobil. Dongkrak memiliki kekuatan, tetapi Anda tidak akan bisa memanfaatkan kekuatan dongkrak jika Anda tidak bisa menggunakannya. Begitu juga kekuatan dalam diri Anda, tidak akan berguna jika Anda tidak bisa memanfaatkan atau menggunakannya.

Lalu, bagaimana Pak Ary untuk mem”FUNGSI”kan dongkrak yang kita punya agar bisa menjadi kekuatan untuk menjalani hidup ini dengan sebaik-baiknya?

Simak beberapa petunjuk di bawah ini yang akan membantu Sahabat ESQ untuk bisa menemukan “INNER STRENGHT” atau “KEKUATAN TERDALAM” yang ada pada diri Sahabat ESQ.

Luangkan Waktu Untuk Santai

Langkah pertama untuk menemukan INNER STRENGTH adalah dengan cara meluangkan waktu Anda sebentar untuk diri anda. Lupakan sejenak persoalan yang kerapkali membuat Anda pusing. Sahabat ESQ bisa menghabiskan waktu di alam, ataupun tempat-tempat yang Sahabat ESQ suka. Di alam Sahabat ESQ cukup diam tanpa melakukan apa-apa. Hanya duduk dan mengamati saat bernapas perlahan dan dalam. Kenali keindahan alam, dan nikmati setiap hembusan nafas Anda.

Berjanji Dengan Diri Sendiri

Sahabat ESQ, untuk membangkitkan KEKUATAN TERDALAM dari dalam diri, sahabat ESQ juga perlu berjanji pada diri sendiri untuk tetap konsisten dalam melakukan hal apapaun. Yakinkan diri Anda bahwa Anda adalah orang yang sangat berkomitmen dengan janji dan Anda adalah orang yang bisa dipercaya.

Belajar Untuk Berkata “TIDAK”

Terkadang kita mempunyai permasalahan untuk menolak sesuatu. Entah itu ajakan atau apapun. Belajarlah untuk menolak atu berkata tidak untuk hal-hal yang tidak berhubungan dengan Anda. Anda punya hak untuk menolak kalau itu semua tidak sesuai dengan diri Anda.

Menerima Diri Sendiri di Masa Sulit

Saat masa sulit, Anda mungkin tidak bisa melakukan hal-hal “sempurna” tapi inilah saat yang tepat untuk menemukan kekuatan Anda. Anda harus mengizinkan diri Anda untuk belajar. Anda harus bertanya pada diri sendiri apa yang bisa Anda pelajari dari situasi ini. Selalu ingat bahwa Anda melakukan yang terbaik yang memungkinkan bagi Anda. Begitu Anda mulai tahu lebih baik, Anda akan mulai melakukan yang lebih baik juga.

Saling memaafkan

Sebagai manusia, kita semua pasti membuat kesalahan, jadi jika Anda melakukan hal yang sama, maka selalu cobalah untuk mengasihi, baik hati dan lembut kepada diri sendiri. Hindari mengkritik dan menghukum diri sendiri karena Anda hanya akan menyebabkan Anda kehilangan kekuatan yang ada pada diri Anda. Menghibur dan mencintai diri sendiri seolah-olah Anda adalah seseorang yang spesial. Belajar untuk saling memaafkan pada diri sendiri.

Rayakan Pencapaian Anda

Merayakan “KEBERHASILAN” Anda adalah salah satu cara untuk membangkitkan kekuatan terdalam. Beri penghargaan sekecil apapun dari hal-hal yang sudah Anda lakukan. Dengan begitu, Anda sudah berhasil untuk membuat diri anda merasa berharga.

Bersyukur

Bersyukur…bersyukur…dan bersyukur untuk diri sendiri juga akan membantu Anda menemukan kekuatan terdalam atau INNER STRENGTH. Bahkan saat Anda merasa sedih, lihat saja sekeliling Anda dan ucapkan terimakasih untuk semua hal yang Anda miliki saat ini. Anda akan bisa melewati masalah sebesar apapun jika Anda memiliki sikap bersyukur dan itu akan membuka jalan Anda menuju kedamaian, sukacita dan ketenangan yang lebih besar.

P/s : Share atau mention keluarga atau rekan kerja Anda yang kira-kira akan Anda ajak untuk menemukan INNER STRENGTH bersama-sama

Salam 165

Ary Ginanjar Agustian

Pentingnya Sebuah Integritas dan Loyalitas - Ary Ginanjar Agustian

Pentingnya Sebuah Integritas dan Loyalitas

By | Inspirasi | No Comments

Apa pentingnya sebuah integritas dan loyalitas? Simak dan pahami baik-baik apa makna dari cerita yang saya sampaikan berikut ini.

Saya akan beritahu sebuah contoh singkat tentang integritas dan kepercayaan di Amerika Serikat. Sebuah lembaga bernama Ethnics Officers Association memrakarsai survey terhadap 1.300 pekerja di semua jenjang perusahaan-perusahaan Amerika. Yang mereka temukan dalam survey tersebut ternyata sangat mengejutkan.

Sekitar separuh dari mereka mengaku terlibat dalam praktek-prakter bisnis yang tidak etis dan tidak jujur. Mulai dari hal-hal kecil seperti mencuri kertas atau pensil, berbohong kepada atasan, sampai pembajakan hak cipta.

Apa pendapat Anda terhadap orang-orang yang melakukan tindakan kurang terpuji tersebut??? Ternyata, masih banyak orang-oranag yang melakukan kejahatan kecil apabila memiliki kesempatan dan apa yang mereka lakukan itu tidak dilihat oleh orang lain. Orang-orang yang demikian menganggap bahwa hal tersebut tidak akan diketahui oleh atasan mereka, serta mereka menganggap pelanggaran-pelanggaran etika itu adalah hal biasa

Padahal, itu menyangkut sesuatu yang serius. Yaitu integritas dan loyalitas. Integritas merupakan sikap jujur, konsisten, komitmen, berani dan dapat dipercaya. Sedangkan loyalitas adalahh kesetiaan pada prinsip yang dianut. Mengapa hal yang tidak baik itu bisa terjadi? Itu terjadi karena adanya prinsip-prinsip hidup yang dianut, seperti prinsip bekerja semata-mata hanya untuk mencari uang dan hasilnya ingin dinilai baik oleh atasan.

Apa hasilnya? Hasilnya adalah uang menjadi orientasi utama dan akan bekerja baik apabila hanya dilihat oleh orang lain. Akibatnya, kita akan sulit mencapatkan kepercayaan. Lakukanlah hal-hal baik, dimanapun, kapanpun dan kepada siapapun. Integritas tidak memerlukan tepuk tangan orang lain dan sorak sorai pujian. Integritas hanya membutuhkan tepukan halus di bahu dari seorang malaikat. Integritas hanya bersahabat dengan suara hati, suara Tuhan.

“Setiap kata yang ia ucapkan, tentulah di sampingnya ada penjaga siap (mencatat)” – QS. Qaaf 50:18

Pentingnya Jujur Pada Diri Sendiri - Ary Ginanjar Agustian - Motivator Indonesia

Pentingnya Jujur Pada Diri Sendiri, Sudahkah?

By | Inspirasi | No Comments

Sudahkah Anda Jujur Pada Diri Sendiri ?

Sahabat ESQ, jika saya menyebutkan kata “JUJUR”, apa yang Anda pikirkan? Ayo, jawab dalam hati masing-masing.

Jika saya tanya kembali, sudah seberapa jujurkah Anda? Ada yang bisa jawab?  Ya, secara sadar atau tidak, kita sering melakukan hal-hal tidak jujur baik itu kepada diri sendiri, orang lain, bahkan kepada Allah SWT. Betul apa betul Sahabat ESQ?

Coba Anda berkaca lagi, Anda seringkali tidak jujur pada diri Anda namun Anda berusaha mengelak. Ada suatu keadaan dimana Anda tahu itu adalah sebuah hal yang salah namun Anda tetap lakukan. Kita terkadang tak jujur pada diri sendiri agar membuat kita merasa lebih baik pada situasi tertentu.

Seorang psikolog, Cortney S. Warren Ph.D. berkata “Kita menipu diri kita sendiri karena kita tidak memiliki kekuatan yang cukup secara psikologis untuk mengakui kebenaran dan berurusan dengan konsekuensi yang akan terjadi.” Benar begitu kan?

Tidak jujur pada diri sendiri merupakan bentuk lain dari menyakiti diri sendiri. Bagaimana Anda ingin mencapai kebahagiaan yang hakiki jika yang Anda lakukan setiap hari adalah menyakiti diri Anda sendiri?

Menjadi jujur kepada diri sendiri tidaklah sesulit apa yang kita pikirkan. Siapapun Anda, Anda dapat berbuat dan berkata jujur pada diri sendiri. Anda hanya perlu terbiasa untuk mengubah pola hidup dan mindset Anda.

Bagaimana menanamkan bibit JUJUR dalam hidup?

#Pertama, yang bisa Anda lakukan adalah mengevaluasi diri Anda. Evaluasi keseharian Anda dan apa yang Anda lakukan. Dalam menjalani hal tersebut, coba ingat kembali, moment mana yang membuat Anda harus berbuat atau berkata tidak jujur? Pikirkan kenapa Anda harus tak jujur. Pertimbangkan baik buruknya jika Anda berbohong. Ingat, tidak ada kebohongan yang baik. Semua hal diawali dengan sebuah kejujuran.

#Kedua, ingat kembali tujuan hidup Anda. Ingat goals apa yang ingin Anda capai dalam hidup. Keinginan-keinginan apa yang ingin Anda raih di umur Anda sekarang. Setelah itu, Anda pikir kembali, apakah dengan Anda bekata/berbuat tidak jujur dapat membawa Anda kepada life goals Anda tersebut?

#Ketiga, Anda bisa meluangkan waktu untuk diri sendiri untuk sekedar rileks dari penatnya aktivitas. Anda perlu waktu untuk berdamai dengan diri Anda sendiri, untuk melakukan refleksi apakah langkah dan tindakan yang selama ini Anda lakukan sudah mencerminkan kejujuran diri Anda atau belum

#Keempat, Anda harus membuat list kebaikan-kebaikan apa yang akan Anda dapatkan jika Anda jujur pada diri sendiri. Dengan anda memikirkan banyak kebaikan, Anda akan terbiasa mengingat banyak kebaikan daripada keburukan yang akan anda dapatkan ketika Anda jujur. Sebuah langkat kuat yang positif ini  akan membantu Anda secara perlahan untuk terus bersikap positif dan jujur kepada diri sendiri.

Hal-hal kecil di atas bisa Anda coba dari sekarang. Untuk melakukan perubahan, Anda bisa mulai dengan langkah yang kecil terlebih dahulu, yaitu dari diri sendiri. Memang, berubah menjadi lebih baik itu butuh waktu. Menjadi orang jujur itu butuh tenaga. Kita harus bisa mengalahkan diri kita sendiri dalam hal ini. Karena seperti sebuah pepatah yang mengatakan bahwa “Kemenangan sejati bukan di dapat ketika Anda berhasil mengalahkan orang lain, namun ketika Anda berhasil menaklukan diri Anda, mengalahkan ego Anda sendiri.”

Semoga apa yang saya sampaikan di postingan ini bisa bermanfaat untuk Anda yang membacanya. Silakan share agar orang lain dapat membaca postingan ini. Atau yang mau berkomentar menyampaikan pendapat, silakan tulis di kolom komentar.

Salam 165

Ary Ginanjar Agustian

Tips Agar Hidup Lebih Bermakna - Ary Ginanjar Agustian

Tips Agar Hidup Lebih Bermakna

By | Inspirasi | No Comments

Sahabat ESQ, banyak orang terjebak dalam rutinitas sehari-hari dan merasa telah bekerja keras. Pergi pagi, pulang malam. Begitu siklus hidupnya. Pekerjaan pada akhirnya hanya menggugurkan kewajiban menafkahi kelurga dan tugas kantor.

Bisa jadi Anda salah satu diantaranya. Begitu lama Anda menjalani sebuah pekerjaan atau profesi dan menganggap sudah sukses, namun sesungguhnya Anda belum kemana-mana dan sedang jalan di tempat. Pekerjaan dilakoni dengan hampa, tak bermakna.

Sahabat ESQ, inginkah Anda mengubahnya? Saya akan berikan tipsnya:

Tips Agar Hidup Lebih Bermakna

1. Miliki Visi & Misi Hidup

Mereka yang terperangkap rutinitas karena tak memiliki visi dalam hidupnya. Saat  menjadi karyawan, mereka hanya berharap menerima gaji setiap bulan. Saat menjadi pedagang, mereka hanya berharap jualannya habis. Saat menjadi pengusaha, mereka hanya berharap mendapatkan untung sebesar-besarnya.

Tentukan visi Anda. Visi adalah mimpi jangka panjang Anda; bukan jangka pendek. Visi juga tak hanya berorientasi dunia melainkan juga akhirat  

Ketika menjadi seorang guru, visi Anda adalah menjadi guru yang akan melahirkan generasi terbaik bagi bangsa dan negara. Ketika menjadi pedagang, visi Anda adalah menjual barang dagangan yang bermanfaat dan dapat membawa keberkahan dunia akhirat. Begitu seterusnya.

2. Berikan peran terbaik

Apapun posisi dan profesi Anda, berikan peran terbaik. Sebagai tukang cuci piring, berikan peran terbaik Anda karena Anda memiliki visi bahwa piring yang Anda cuci akan bersih dan menjadi tempat makan orang-orang hebat yang keberadaan mereka bermanfaat untuk masyarakat banyak.

Begitu pula jika posisi Anda sebagai manajer, direktur, pengusaha, ulama, atlet atau pemuka masyarakat. Lakukan hal terbaik dari peran yang Anda miliki sekarang karena setiap peran memiliki kontribusi positif bagi kehidupan orang banyak.

3. Buat Rencana Esok Hari

Setiap waktu senja, tulislah jadwal pekerjaan esok hari. Evaluasi hasilnya pada keesokannya lagi. Buat kembali rencana kerja pada esok hari, begitu seterusnya. Ini adalah reaksi fusi atau efek berantai yang memliki kekuatan dahsyat, mirip seperti kekuatan bom atom.

Sahabat ESQ, minimal lakukan 3 langkah ini. Dan yakinlah, Anda akan semangat dan bekerja  penuh makna.

Salam 165

Ary Ginanjar Agustian

Cara Agar Disiplin Dalam Segala Hal, Sudahkah Anda

Cara Agar Disiplin Dalam Segala Hal

By | Inspirasi | No Comments

Sudahkah Anda Disiplin Dalam Hidup?

Bagaimana Cara Agar Disiplin Dalam Segala Hal

Hari ini saya akan sharing sedikit mengenai masalah KEDISIPLINAN. Coba saya Tanya, apakah sahabat ESQ semua sudah merasa hidup dalam kedisplinan? Jawab dalam hati Anda, kemudian renungkan. Untuk sahabt ESQ ketahui, kunci dari prinsip KETERATURAN adalah disiplin. Kedisiplinanlah yang akan mampu memelihara system, dan menciptakan sebuah kepastian. Tanpa kedisplinan, sebuah tatanan akan hancur. Betul apa betul??

Anda semua pasti sudah tahu dan sadar, waktu sholat telah ditentukan dengan pasti sehingga orang yang mampu melakukan sholat secara disiplin, niscaya orang tersebut akan memiliki disiplin tinggi. Kemampuan untuk sholat tepat waktu adalah sebuah jaminan bahwa orang tersebut bisa dipercaya dan memiliki kesadaran akan arti penting sebuah waktu yang harus ditepati.

Isi dari sholat pun harus tertib dan teratur. Dimulai dari wudhu, niat, takbiratul ihram, hingga salam. Semua dilakukan berurutan dan teratur. Itu menggambarkan betapa suatu keteraturan dimulai dari cara berpikir (doa sholat) sampai dengan pelaksanaannya.

Inilah pelatihan kedisiplinan yang sesungguhnya langsung diberikan oleh Tuhan.

“…Sungguh solat diwajibkan atas orang Mukmin, pada waktu-waktu yang ditentukan.” – QS An-Nisaa 4:103

Jadi, kapan anda mau memulai hidup dengan teratur dan kedisiplinan?

Salam 165

Ary Ginanjar Agustian.

3 Manfaat Positif Ketika Mendengarkan Cerita Orang Lain - Ary Ginanjar Agustian

3 Manfaat Positif Ketika Mendengarkan Cerita Orang Lain

By | Inspirasi | No Comments

3 Manfaat Positif Ketika Mendengarkan Cerita Orang Lain

 

Sahabat ESQ, pasti diantara Anda pernah bahkan sering menjadi tempat curhat seseorang. Jika seseorang dilanda masalah, Andalah orang pertama yang ia cari. Ya kan?

 

Tidak semua orang bisa menjadi pendengar yang baik. Benar apa benar? Ya…disaat kita mendengar curhatan seseorang, pernah terbesit rasa “Kenapa sih si A curhat terus?” Ada rasa bosan dan jenuh ketika mendengar cerita orang lain, karena kita tak memahami dengan betul apa yang teman kita alami.

 

Terkadang kita memang sulit untuk mengalahkan ego kita untuk tetap betah mendengarkan cerita orang lain, Kita selalu ingin bercerita tanpa memikirkan bahwa orang lain pun butuh bercerita. Padahal, yang perlu Anda ketahui, kita bisa mengambil banyak hal positif dari mendengarkan keluh kesah atau cerita orang lain.

 

Apa kira-kira hal positif yang dapat Anda rasakan ?

 

# 1 Mendengarkan orang lain dapat membangun hubungan yang baik

Mengapa? Dalam buku Dale Carnegie yang berjudul How to Win Friends and Influence People dikatakan bahwa : Anda bisa memperoleh lebih banyak teman dalam dua minggu dengan menjadi pendengar yang baik, daripada Anda peroleh dalam dua tahun dengan berusaha membuat orang lain tertarik pada Anda.”

 

Dengan menjadi pendengar yang baik, Anda bisa membangun hubungan yang lebih baik lagi karena Anda sudah tahu apa permasalahan yang sedang orang itu rasakan. Jika Anda mempunyai kemampuan mendengarkan yang baik, orang lain pasti akan tertarik untuk berkomunikasi dengan Anda.

 

Secara perlahan, orang lain akan beranggapan bahwa Anda adalah orang yang cukup bijaksana dalam menanggapi apa yang orang lain bicarakan.

 

#2 Menunjukkan Respect Terhadap Orang Lain

Sahabat ESQ, Anda perlu tahu bahwa setiap kali Anda meluangkan waktu Anda untuk mendengarkan cerita orang lain, Anda seakan mengirim pesan bahwa Anda sangat respect dengan mereka. Itu menunjukkan sebuah kepedulian Anda terhadap orang lain.

 

Anda harus paham, bahwa jika kita ingin berhubungan baik dengan orang lain, kita harus menghormati orang tersebut. Menghormati orang lain bisa dilakukan dengan cara mendengarkan cerita ketika orang lain berbicara.

 

#3 Menambah Pengetahuan

Tak hanya dapat membina hubungan yang baik dan menambah respect terhadap orang lain, mendengarkan cerita orang lain juga bisa menambah pengetahuan Anda.

Dengan mendengarkan apa yang orang lain bicarakan dari sudut pandangnya, Anda akan mempunyai pemikiran lain di luar pemikiran Anda sendiri. Pemikiran Anda jadi lebih luas karena jadi tahu mengenai sudut pandang orang lain.

Dan masih banyak lagi manfaat dari mendengarkan orang lain. Seperti yang disampaikan dalam buku John C Maxwell yang berjudul Becoming a Person of Influence bahwa “Telinga yang tidak mau terbuka untuk mendengarkan adalah bukti dari pikiran yang tertutup.”

Jadi mulai sekarang, mulailah mendengarkan dengan baik apa yang sedang orang lain ceritakan dan bangun hubungan yang baik dengan cara mendengarkan ceritakan.

Semoga dengan saling mendengarkan, akan tercipta sebuah keharmonisan diantara Anda dan lingkungan Anda.

Salam 165

Ary Ginanjar Agustian

Cara Mengontrol Emosi Diri Sendiri Yang Berlebihan - Ary Ginanjar Agustian

Cara Mengontrol Emosi Diri Sendiri Yang Berlebihan

By | Inspirasi | No Comments

Cara Mengontrol Emosi Diri Sendiri Yang Berlebihan

 

Assalamualaikum Sahabat ESQ

Pagi !!!

Mari kita santai sejenak untuk merilekskan badan di hari yang padat dengan jadwal kerja hari ini.

Sahabat ESQ pasti banyak yang menyadari, bahwa terkadang kita sulit untuk mengendalikan diri sendiri. Betul apa betul? Banyak hal yang membuat kita ingin marah terhadap sesuatu hal yang membuat kita ingin marah.

Semua itu muncul karena adanya emosi yang keluar dari dalam diri anda. Sahabat ESQ, Anda harus tahu kecerdasan emosi itu adalah kemampuan manusia untuk memotivasi diri sendiri, bagaimana cara bertahan menghadap keadaan yang tak disukai, bagaimana menahan hawa nafsu, dan memenej suasana hati.

Sahabat ESQ pasti mengetahui, kemampuan seseorang dalam mengendalikan emosi itu pasti berbeda antara satu dengan yang lainnya. Tak dapat dipungkiri, bahwa emosi tidak dapat menyelesaikan masalah. Setuju? Yang lebih buruknya lagi, justru emosi akan menambah masalah dan membuat hidup Anda jauh lebih buruk.

Pernahkah Sahabat ESQ sadari, kecerdasan emosi yang tidak seimbang nanti akan menjadi puncak terjadinya masalah-masalah dan kegagalan. Itulah sebabnya kecerdasan emosi diperlukan untuk pembangunan diri yang nantinya akan membentuk pribadi Anda yang lebih baik. Dan itu harus dilatih supaya kecerdasan emosi dapat diseimbangkan dengan aspek kehidupan lainnya.

Sahabat ESQ membutuhkan kecerdasan emosi yang seimbang, kenapa? Dengan kecerdasan emosi, Anda dapat mengelola suara hati dengan baik dan benar. Untuk mengontrol emosi, Anda harus menghilangkan rasa angkuh dan ego dalam diri. Di dalam diri Anda masing-masing punyai suara hati yang positif untuk menyikapi semua persoalan hidup yang datang. Semua itu dapat dimulai dengan bersikap simpati, entah itu kepada diri Anda sendiri ataupun oranglain.  

Nah, untuk itu…malam ini saya akan ajak Anda sharing sejenak sambil menemani waktu santai Anda selepas bekerja seharian tadi.

Saya akan ajak Anda untuk menilai diri Anda sendiri, coba jawab pertanyaan ini di kolom komentar BISAKAH ANDA MENGONTROL EMOSI ANDA SENDIRI? dan BAGAIMANAKAH CARA ANDA MENGONTROL EMOSI ITU?

Saya yakin, saya akan melihat jawaban beragam dari Sahabat ESQ semua. Mungkin saja, jawaban-jawaban yang Anda sampaikan bisa menjadi inspirasi Sahabat ESQ lainnya dalam bersikap dan mengelola emosi.

 

Salam 165

 

Ary Ginanjar Agustian